简体版 繁體版 English
Masuk Daftar

contoh kalimat flavius josephus

"flavius josephus" terjemahan bahasa Indonesia  "flavius josephus" terjemahan bahasa Inggris  
ContohHandphone
  • Roman-Jewish historian Flavius Josephus (37 – c.
    Peristiwa ini juga dicatat oleh sejarawan Yahudi-Romawi Flavius Yosefus (37-100 M).
  • 3 Programming Praxis - Survive like Flavius Josephus
    3 Pemrograman Praxis - Bertahan seperti Flavius ??Josephus
  • Flavius Josephus records that Johanan's brother Jesus was promised the high priesthood by Bagoas, general of Artaxerxes.
    Flavius Yosefus mencatat bahwa saudara Yohanan yang bernama Yesus dijanjikan jabatan Imam Besar oleh Bagoses, seorang jenderal raja Artahsasta.
  • Historian Flavius Josephus writes that the 6,000 slaves were Jewish pirates, taken captive by Vespasian during the Jewish wars.
    Sejarawan Flavius Josephus menulis bahwa 6.000 budak tersebut adalah para perompak Yahudi, ditawan oleh Vespasian pada masa peperangan Yahudi.
  • The writings of the 1st century Romano-Jewish historian Flavius Josephus include references to Jesus and the origins of Christianity.
    Manuskrip yang ada dari tulisan-tulisan sejarawan Yahudi-kewarganegaraan Romawi abad pertama Flavius Yosefus meliputi rujukan kepada Yesus dan asal muasal Kekristenan.
  • The siege was chronicled by Flavius Josephus, a Jewish rebel leader captured by the Romans, in whose service he became a historian.
    Pengepungan tersebut dikisahkan oleh Flavius Josephus, seorang pemimpin pemberontak Yahudi yang ditangkap oleh Romawi, dimana ia kemudian menjadi sejarawan.
  • In his Greek-written Bellum Judaicum, the Jewish historian Flavius Josephus uses the term xyston to describe the Roman throwing javelin, the pilum.
    Dalam karyanya yang berbahasa Yunani, Bellum Judaicum, sejarawan Yahudi Flavius Josephus menggunakan istilah xyston untuk menggambarkan tombak lempar milik pasukan Romawi, pilum.
  • By far the most important and most detailed sources for first-century Jewish history are the works of Jewish historian Flavius Josephus (37 – c.
    Sejauh ini sumber-sumber abad pertama yang paling penting dan paling rinci mengenai Yahudi adalah karya sejarawan Yahudi Flavius Yosefus (37 – ~ 100 M).
  • The model was designed by Israeli historian and geographer Michael Avi-Yonah based on the writings of Flavius Josephus and other historical sources.
    Model ini dirancang oleh sejarawan dan ahli geografi Israel, Michael Avi-Yonah, dan didasarkan pada catatan-catatan sejarah Flavius Josephus dan sumber-sumber sejarah lainnya. ^ "Rock of our existence".
  • Flavius Josephus mentioning Ashur dwelling at Nineveh would make it impossible for Nimrod to have built the city, since Ashur was an elder to Nimrod.
    Flavius Yosefus menyebutkan Asyur tinggal di Niniwe akan membuat tidak mungkin bagi Nimrod untuk membangun kota ini, karena Asyur adalah seorang yang berderajat lebih tua daripada Nimrod.
  • Flavius Josephus, a Jew born and raised in Jerusalem, is the only historian to provide a detailed account of the Great Jewish Revolt and the only person who recorded what happened on Masada.
    Flavius Yosefus, seorang Yahudi yang lahir dan dibesarkan di Yerusalem, merupakan satu-satunya sejarawan yang menuliskan detail mengenai pemberontakan orang Yahudi terhadap Romawi dan satu-satunya yang mencatat kejadian di Masada.
  • Flavius Josephus, Justus' rival, criticized the Tiberian's account of the war and defended his own conduct in the Autobiography, from whose polemical passages we derive most of what we know about Justus' life.
    Flavius Yosefus, saingan Yustus, mengkritik catatan Tiberias mengenai perang itu dan membela tindakannya sendiri dalam Otobiografi karyanya, yang dari baris-baris polemiknya dapat diperoleh sebagian besar dari apa yang diketahui mengenai kehidupan Yustus.
  • The 1st-century works of historian Flavius Josephus, who wrote in Koine Greek, the same language as that of the New Testament, refer to at least twenty different people with the name Jesus (i.e. ?ησο??).
    Karya-karya abad pertama dari sejarawan Flavius Yosefus, yang menulis dalam bahasa Yunani Koine, yaitu bahasa yang sama seperti yang digunakan dalam Perjanjian Baru, menyebutkan setidaknya dua puluh orang berbeda dengan nama Yesus (yaitu ?ησο??).
  • This "broader" canon is also sometimes said to include, with the Old Testament, an eight-part history of the Jews based on the writings of Flavius Josephus, and known as "Pseudo-Josephus" or "Joseph ben Gurion" (Yosēf walda Koryon).
    Kanon yang "lebih luas" ini terkadang dikatakan memasukkan juga, dalam Perjanjian Lama, suatu kisah sejarah Yahudi dalam 8 bagian yang berdasarkan pada tulisan Flavius Yosefus, dan dikenal sebagai "Pseudo-Yosefus" atau "Joseph ben Gurion" (Yosēf walda Koryon).
  • This "broader" canon is sometimes said to include with the Old Testament an 8-part history of the Jews based on the writings of Titus Flavius Josephus, and known as "Pseudo-Josephus" or "Joseph ben Gurion" (Yosēf walda Koryon).
    Kanon yang "lebih luas" ini terkadang dikatakan memasukkan juga dalam Perjanjian Lama-nya sebuah kisah sejarah Yahudi dalam 8 bagian yang berdasarkan pada tulisan Flavius Yosefus, dan dikenal sebagai "Pseudo-Yosefus" atau "Joseph ben Gurion" (Yosēf walda Koryon).
  • There are striking similarities between the description of an initiation ceremony of new members in the Community Rule and descriptions of the Essene initiation ceremony mentioned in the works of Flavius Josephus – a Jewish–Roman historian of the Second Temple Period.
    Ada kesamaan-kesamaan yang mencolok antara gambaran suatu upacara inisiasi anggota baru dalam Aturan Komunitas dan deskripsi upacara inisiasi kaum Eseni yang disebutkan dalam karya Flavius Yosefus –seorang sejarawan Yahudi Romawi dari Periode Bait Kedua.
  • The existence of John the Baptist within the same time frame as Jesus, and his eventual execution by Herod Antipas is attested to by 1st-century historian Flavius Josephus and the overwhelming majority of modern scholars view Josephus' accounts of the activities of John the Baptist as authentic.
    Adanya Yohanes Pembaptis dalam zaman yang sama dengan Yesus, dan hukuman matinya oleh Herodes Antipas telah dicatat oleh sejarawan abad ke-1 Flavius Yosefus dan mayoritas mutlak pakar modern memandang catatan Yosefus mengenai kehidupan Yohanes Pembaptis sebagai kesaksian otentik.